/enolakan Sapi Ilegal dari Sumbawa Barat

enolakan Sapi Ilegal dari Sumbawa Barat

Lombok Timur (17/3) Kolaborasi Karantina Pertanian Mataram, Kepolisian Resor Lombok Timur, dan Kepolisian Sektor Pelabuhan Kayangan, membuahkan hasil penolakan terhadap sapi yang masuk ke pulau Lombok tanpa disertai dokumen kesehatan hewan dari daerah asal.Sebanyak 6 ekor sapi Bali betina, berhasil ditangkap oleh Kepolisian Sektor Pelabuhan Kayangan selanjutnya diproses lebih lanjut penyelidikan di Kepolisian Resor Lombok Timur. Untuk media pembawa sapi dilakukan serah terima kepada Karantina Mataram untuk selanjutnya dilakukan tindakan karantina sesuai UU 21 Tahun 2019 tentang karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Sesuai aturan UU 21 Tahun 2019, untuk melalu-lintaskan hewan wajib disertai sertifikat kesehatan hewan dari daerah asal, melalui pintu pemasukan/pengeluaran yang ditetapkan, serta dilaporkan kepada petugas karantina. Tindakan karantina terhadap sapi dilakukan penahanan untuk selanjutnya proses penolakan sapi ke daerah asal ke kabupaten Sumbawa Barat, Pulau Sumbawa. Petugas karantina di pelabuhan kayangan drh I G A Savitri mengapresiasi kerja sama lintas sektoral “Semoga kerjasama kami dapat berlanjut untuk bersama menjaga Pulau Lombok bebas dari penyakit hewan karantina serta perlindungan terhadap plasma nutfah Pulau Lombok”. Terhadap media sapi dilakukan penolakan menggunakan alat angkut truk dan ferry Wicitra Dharma ke pelabuhan Pototano, Sumbawa Barat untuk diserahterima kepada karantina Pototano di Sumbawa Barat. Mari selalu lapor karantina setiap membawa hewan, tumbuhan, dan produk turunannya. Karantina Mataram, Bersama Anda Melindungi Negeri.